Analisa Harmonisa Pada Transformator 3 Fasa

  • Riandi Irwanto

Abstract

Gangguan harmonisa yang terjadi pada sistem distribusi tenaga listrik akibat terjadinya distorsi gelombang arus dan tegangan. Distorsi gelombang arus dan tegangan ini disebabkan adanya pembentukan gelombang-gelombang dengan frekuensi kelipatan bulat dari frekuensi fundamentalnya. Gelombang-gelombang ini kemudian menumpang pada gelombang aslinya sehingga terbentuk gelombang cacat yang merupakan jumlah antara gelombang murni sesaat dengan gelombang harmonik. Keberadaan beban non-linier yang terdapat pada jaringan di Gedung A sebagai sebagian penyumbang harmonisa yang terjadi diantaranya electronic ballast, variable frequency, thyristor ac power controllers (TCR), silicon controlled rectifier (SCR), serta adjustable speed drive (ASD) yang terdapat pada unit mesin Drawn Texture Yarn (DTY). Pengukuran dilakukan untuk melihat kandungan harmonisa arus dan tegangan listrik dengan menggunakan alat ukur Power and Harmonic Analyzer Langlois 6830 selama 2 (dua) hari kerja berturut- turut pada jam-jam tertentu. Sebagai perbandingan pengukuran dilakukan perbandingan dengan standar IEEE 519. 1992 sebagai evaluasi terhadap kualitas daya listrik pada jaringan di Gedung A. Hasil data analisis menunjukkan jaringan pada Gedung A besarnya THDv adalah 1,85% masih di bawah 5% yang artinya belum melampaui batas yang ditentukan sesuai standard. Dan besarnya THDi 30,65% sehingga sudah tidak sesuai dengan standard yang ditetapkan

Published
2022-02-01