Growth Response of Mucuna Cuttings to Concentration and Duration of Soaking Shallot Extract

  • Enda Sabda Gentri Sembiring Program Studi Agroteknologi, Fakultas Agro Teknologi, Universitas Prima Indonesia, Medan 20117, Sumatera Utara, Indonesia
  • Julaili Irni Program Studi Agroteknologi, Fakultas Agro Teknologi, Universitas Prima Indonesia, Medan 20117, Sumatera Utara, Indonesia
  • Rama Riana Sitinjak Program Studi Agroteknologi, Fakultas Agro Teknologi, Universitas Prima Indonesia, Medan 20117, Sumatera Utara, Indonesia
  • Bayu Pratomo Program Studi Agroteknologi, Fakultas Agro Teknologi, Universitas Prima Indonesia, Medan 20117, Sumatera Utara, Indonesia
Keywords: cuttings, duration, extract, mucuna, shallot

Abstract

  • Introduction: This study aims to determine the growth response of Mucuna bracteata cuttings to the concentration and duration of soaking shallot extract.
  • Materials and Methods: This study used a factorial Randomized Block Design (RBD) with two factors, namely: shallot extract concentration (P) consists of 4 levels, include P0= untreated, P1= 10 ml, P2= 20 ml, P3= 30 ml, meanwhile the soaking time (Q) consists of 4 levels, such as Q0= momentarily dipping, Q1= 15 minutes, Q2= 30 minutes, Q3= 45 minutes. The data was processed by ANOVA and if significant, then further tested with Duncan Multiple Range Test (DMRT) at the rate of 5%.
  • Results: The concentration of shallot extract, soaking time and their interaction had a very significant effect on the survival percentage of Mucuna bracteata D.C. cuttings. The highest survival percentage of cuttings of Mucuna bracteata on the effect of shallot extract concentration and soaking time was obtained in the P0Q0, P0Q1, and P3Q2 treatments after the lid was opened at 4 weeks after planting. In the number of leaves also had significant effect in the interaction of two factors

Downloads

Download data is not yet available.

References

Abidin, Z. (1983). Dasar-dasar pengetahuan tentang zat pengatur tumbuh: auxin, gibberellin, cytokinin, ethylene, inhibitors. Angkasa, Bandung.

Adnan., Juanda, B. R., & Zaini, M. (2017). Pengaruh konsentrasi dan lama perendaman dalam ZPT auksin terhadap viabilitas benih semangka (Citurullus lunatus) kadaluarsa. Jurnal Penelitian Agrosamudra, 4(1), 45-57. https://www.ejurnalunsam.id/index.php/jagrs/article/view/188.

Alimudin., Syamsiah, M., & Ramli. (2017). Aplikasi pemberian ekstrak bawang merah (Allium cepa L.) terhadap pertumbuhan akar setek batang bawah mawar (Rosa Sp.) varietas malltic. Journal Agroscience, 7(1), 194-202. https://doi.org/10.35194/agsci.v7i1.52.

Apriliani, A., Noli, Z. A., & Suwirmen. (2015). Pemberian beberapa jenis dan konsentrasi auksin untuk menginduksi perakaran pada stek pucuk bayur (Pterospermum javanicum Jungh.) dalam upaya perbanyakan tanaman revegetasi. Jurnal Biologi Unviersitas Andalas, 4(3), 178-187. https://doi.org/10.25077/jbioua.4.3.%25p.2015.

Arif, M., Murniati., & Ardian. (2016). Uji beberapa zat pengatur tumbuh alami terhadap pertumbuhan bibit karet (Hevea brasiliensis Muell Arg) stum mata tidur. Jurnal Online Mahasiswa Fakultas Pertanian, 3(1), 1-10.

Junaedy, A. (2017). Tingkat keberhasilan pertumbuhan tanaman nusa indah (Mussaenda frondosa) dengan penyungkupan dan lama perendaman zat pengatur tumbuh auksin yang dibudidayakan pada lingkungan tumbuh shading paranet. AGROVITAL: Jurnal Ilmu Pertanian, 2(1), 8-14. http://dx.doi.org/10.35329/agrovital.v2i1.119.

Khair, H., Meizal., & Hamdani, Z. R. (2013). Pengaruh konsentrasi ekstrak bawang merah dan air kelapa terhadap pertumbuhan stek tanaman melati putih (Jasminum sambac L.). AGRIUM: Jurnal Ilmu Pertanian, 18(2), 130-138. http://dx.doi.org/10.30596%2Fagrium.v18i2.354.

Marfirani, M., Rahayu, Y. S., & Ratnasari, E. (2014). Pengaruh pemberian berbagai konsentrasi filtrat umbi bawang merah dan rootone-F terhadap pertumbuhan stek melati “Rato Ebu”. LenteraBio: Berkala Ilmiah Biologi, 3(1), 73-76. https://jurnalmahasiswa.unesa.ac.id/index.php/lenterabio/article/view/7093.

Munar, A., Lubis, A., Yaksan, A., Ryantika, A., Khairunnas., & Tarigan, J. (2011). Kajian ekstrak tunas bambu dan tauge terhadap pertumbuhan tanaman kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq.) pada pembibitan pre nursery. AGRIUM: Jurnal Ilmu Pertanian, 16(3), 153-157. http://dx.doi.org/10.30596%2Fagrium.v16i3.243.

Sebayang, S. Y., Sutarta, E. S., & Harahap, I. Y. (2004). Penggunaan Mucuna bracteata D.C pada kelapa sawit: pengalaman di Kebun Tinjowan Sawit II, PT. Perkebunan Nusantara IV. Warta PPKS 12 (2-3):15-22.

Siagian, N. (2012). Perbanyakan tanaman kacangan penutup tanah Mucuna bracteata melalui benih, stek batang dan penyusuan. Warta Perkaretan, 31(1), 21-34.

Surono, A. S. (2013). Antibakteri ekstrak etanol umbi lapis bawang merah (Allium cepa L.) terhadap pertumbuhan Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Calyptra, Jurnal Ilmiah Mahasiswa Universitas Surabaya, 2(1), 1-15. https://journal.ubaya.ac.id/index.php/jimus/article/view/156.

Susanti, E. (2011). Pengaruh pemberian berbagai konsentrasi filtrat umbi bawang merah (Allium ascolanicum L.) dan rootone-F terhadap pertumbuhan vegetatif tanaman jambu air (Syzygium aqueum L.) dengan cara stek batang. Skripsi. Surabaya: Universitas Negeri Surabaya.

Tarigan. P. L, Nurbaiti., & Yoseva, S. (2017). Pemberian ekstrak bawang merah sebagai zat pengatur tumbuh alami pada pertumbuhan setek lada (Piper ningrum L.). Jurnal Online Mahasiswa Fakultas Pertanian, 4(1), 1-11. https://jom.unri.ac.id/index.php/JOMFAPERTA/article/view/16795.

Utami, T., Hermansyah., & Handajaningsih, M. (2016). Respon pertumbuhan stek anggur (Vitis vinifera L.) terhadap pemberian beberapa konsentrasi ekstrak bawang merah (Allium ascalonicum L.). Akta Agrosia, 19(1), 20-27. https://doi.org/10.31186/aa.19.1.20-27.

Published
2021-07-26
How to Cite
Sembiring, E. S. G., Irni, J., Sitinjak, R. R., & Pratomo, B. (2021). Growth Response of Mucuna Cuttings to Concentration and Duration of Soaking Shallot Extract. Agrinula : Jurnal Agroteknologi Dan Perkebunan, 4(2), 122-129. https://doi.org/10.36490/agri.v4i2.162