METAFISIKA DALAM PERSPEKTIF ISLAM DAN IHSAN

  • Muhammad Jamil Universitas Tjut Nyak Dhien Medan

Abstract

Pembahasan Metafisika dalam perspektif Islam Kaffah dan Ikhsan ini pembahasannya lebih diutamakan terhadap masalah yang transenden yang menyangkut Aqidah dan Qaedah dari salah satu komponen Islam Kaffah yaitu “Ikhsan”. Pembahasan tersebut dianggap bermanfaat karena kecenderungan umat Islam di Indonesia secara otomatis menjadi “Refleksi” bagi keberadaban Bangsa Indonesia (ingat ± 85 % Bangsa Indonesia umat Islam). Pada awal abad 21/Melenium ini, terlihat kecenderungan merosotnya moral serta mental bangsa ini, dari seluruh strata kemasyarakatan, yang akhirnya keberadaban bangsa ini, tidak searah lagi dengan falsafah bangsanya. Penulis melihat hanya dari satu aspek kemungkinan merosotnya moral dan mental bangsa ini dari sisi beribadahnya umat Islam di Indonesia. Apabila pelaksanaan ibadah seorang Muslim itu benar (obyektif, releabel, dan valid), maka perbuatan-perbuatan Nahi dan Mungkar pasti akan menurun dan sekaligus perilaku ibadahnyapun akan sempurna. Dengan perkataan lain apabila umat Islam di Indonesia menerapkan Islam Kaffah dari seluruh komponen (Rukun Iman, Rukun Islam, dan Ikhsan) dengan benar maka akan tercapailah nilai maksimal ibadahnya yang akan mengarah kepada masyarakat Indonesia yang Rahmatan lil alamin. Untuk dapat memikul 6 (enam) Rukun Iman, 5 (lima) Rukun Islam Key-note pada Ikhsan. Untuk mencapai Ikhsan seorang/person Muslim perlu proses pembelajaran khusus, yang Theosofi Islam yaitu Tasauf dan Thariqatullah.

Published
2018-12-13