PENAMPILAN PRODUKSI DOMBA WARINGIN JANTAN LEPAS SAPIH DENGAN PEMANFAATAN SILASE PUCUK TEBU DAN AMPAS TAHU

  • Rita rosmala dewi utnd
  • Rido Rahayu utnd
Keywords: Silase, Domba Waringin, Penampilan Produksi, Limbah Tebu

Abstract

Tujuan penelitian ini dilakukan untuk uji pemberian pakan limbah hasil tebu yang diolah menjadi silase dengan penambahan ampas tahu terhadap produksi domba Waringin jantan lepas sapih. Penelitian dilakukan di Desa Sidomulyo, Stabat, kabupaten Langkat pada bulan Juni – November 2016 menggunakan 4 ekor ternak domba Waringin jantan. Rancangan percobaan yang dilakukan adalah Rancangan Bujur Sangkar Latin (RBLS) dengan 4 perlakuan dan 4 ulangan yang terdiri atas P0 = 40% Ampas Tahu + 60% rumput, P1 = 40% Ampas tahu + 20% silase pucuk tebu + 40% rumput lapang, P2 = 40% Ampas tahu + 40% silase pucuk tebu + 20% rumput lapang dan P3 = 40% Ampas tahu + 60% silase pucuk tebu dalam ransum penelitian. Hasil penelitian menunjukkan rataan konsumsi pakan (gram/ekor/hari) sebesar P0 = 3,635 P1 = 3,714 P2 = 3,686 dan P3 = 3,408. Rataan penambahan bobot badan (gram/ekor/hari) sebesar P0 = 73,91 P1 = 60,83 P2 = 69,41 dan P3 = 70,64. Rataan konversi pakan (gram/ekor/hari) sebesar P0 = 54,66 P1 = 60,67 P2 = 49,63 dan P3 = 49,66. Kesimpulan penelitian adalah pemanfaatan silase pucuk tebu dan ampas tahu kyrang efisien digunakan sebagai pakan karena biaya yang digunakan untuk pembuatan pakan tidak sebanding dengan produksi yang dihasilkan domba Waringin jantan.

Published
2018-07-10